Senin, 10 Juni 2013

Pidgin dan Creole




Pidgin dan Creole
By: Ulul Azmi

Pidgin
Pidgin merupakan sebuah bahasa yang tidak memiliki penutur asli. Pidgin berkembang sebagai alat komunikasi antara orang-orang yang tidak memiliki bahasa yang sama. Menurut Sumarsono (2007: 145) menyatakan bahwa pidgin merupakan salah satu jenis lingua franca karena fungsi sosialnya sama dengan lingua franca. Menurut Brown dan Attardo (2000: 114), pidgin merupakan sebuah bahasa yang muncul sebagai hasil interaksi antara dua kelompok yang berbicara dengan bahasa yang berbeda dan tidak mengerti apa yang dibicarakan satu sama lain, sehingga mereka menggunakan apa yang dinamakan dengan pidgin ini untuk berkomunikasi. Misalnya, pedagang asongan di kawasan Tanah Lot bertutur dengan wisatawan asing dalam bahasa Inggris pidgin. Bahasa Inggris digunakan sebagai dasar dan lafalnya disesuaikan dengan lidah Indonesia, contohnya peri cip (very cheap), paip (five), masas (massage), tosen (thousand), dan sebagainya.

Creole
            Creole adalah pidgin yang memiliki penutur asli. Creole merupakan pidgin yang telah mengalami perluasan dalam segi struktur dan kosakatanya untuk mengungkapkan makna atau fungsi yang serupa yang diperlkan oleh sebuah bahasa pertama. Creole akan muncul ketika bahasa pidgin menjadi bahasa ibu (mother tongue). Brown dan Attardo (2000: 117) menjelaskan bahwa pidgin dipakai pada situasi tertentu. Jika pidgin tidak berguna lagi, maka dia akan hilang. Sebaliknya, jika pidgin bermanfaat, maka dia akan menjadi lingua franca dan pada prosesnya akan menjadi bahasa natif dan pada akhirnya menjadi creole (mother tongue). Berkaitan dengan materi creole, ada beberapa istilah yang disampaikan oleh Bickerton. Bickerton (1975) melalui Wardhaugh (2006: 80) menyebutkan sejumlah istilah yang digunakan untuk merujuk bagian berbeda pada kontinum creole yang ada pada bahasa Inggris yang dipakai orang Guyana. Misalnya, ketika seorang pria dan wanita menikah dan mereka memiliki bahasa yang berbeda. Kemudian, muncullah bahasa pidgin yang menjadi bahasa rumah yang digunakan bersama dan menjadi bahasa ibu bagi anak-anak mereka.

Daftar Pustaka

Brown, S. & Attardo, S. 2000.Understanding Language Structure, Interaction, and Variation. An Introduction to Applied Linguistics and Sociolinguistics for Nonspecialists. Michigan: The University of Michigan Press.

Sumarsono. 2007. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Sabda dan Pustaka Pelajar.

Wardhaugh, Ronald. 2006. An Introduction to Sociolinguistics. New York: Basil Blackwell Inc.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar